Prinsip pengawetan lem UV
Prinsip pengawetan lem UV
Prinsip pengawetan perekat UV adalah melalui penyinaran sinar ultraviolet untuk memicu reaksi kimia, sehingga lem dalam beberapa detik dari wujud cair menjadi padat. Perekat UV, juga dikenal sebagai perekat tanpa bayangan atau perekat fotosensitif, adalah jenis perekat yang harus disembuhkan dengan penyinaran sinar UV. Prinsip pengawetan didasarkan pada reaksi kimia fotoinisiator (atau fotosensitizer) di bawah penyinaran sinar UV. Ketika sinar UV diiradiasi ke dalam perekat UV, fotoinisiator menyerap sinar UV dan menghasilkan radikal bebas atau kation reaktif, yang pada gilirannya memicu polimerisasi monomer dan reaksi kimia ikatan silang. Proses ini membuat lem dalam beberapa detik dari keadaan cair menjadi padat, sehingga mencapai pengikatan yang cepat. Proses pengawetan lem UV tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga tidak memiliki volatilitas, kecepatan pengeringan yang cepat, transparansi dan keunggulan lainnya. Selain itu, lem UV memiliki beragam kegunaan, termasuk namun tidak terbatas pada merekatkan produk kaca, produk kristal, plastik, dan bahan lainnya. Komponen utama prapolimernya adalah akrilat, yang jumlahnya sekitar 30% hingga 50%. Saat menggunakan lem UV, Anda perlu memperhatikan fakta bahwa hanya permukaan benda transparan cahaya yang dapat merekat secara efektif, karena sinar ultraviolet tidak dapat menembus zat buram.